|
Institute for Southeast Asian Islamic Studies
|
Written by Hanafi
|
|
Thursday, 31 December 2009 08:30 |
|
 Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. H.M. Nazir, MA, membuka kegiatan Muslim Economic Talk, "Reksadana Syari'ah; Peluang dan Tantangan Investasi yang Islami". Kegiatan ini diadakan pada tanggal 03 Desember 2009 di Auditorium Fak. Dakwah UIN Suska Riau. Talk Show ini, terselenggara dengan baik berkat kerjasama antara Institute for Soautheats Asean Islamic Studies (ISAIS) UIN Suska Riau dengan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) Departemen Keuangan RI. Kegiatan ini menghasilkan kebijakan tentang perlunya sebuah lembaga yang secara khusus mengkai dan menganalisis kebijakan-kebijakan perbankan syariah di Indonesia. Hal ini, muncul dari sambutan Rektor UIN Suska Riau dalam acara pembukaan kegiatan Talk Show ini. Lembaga ini, tegas Rektor, merupakan keharusan bagi UIN setelah mengalami perubahan dari IAIN. Akan tetapi, karena masih menjadi wacana, maka lembaga ini, masih berada dibawah ISAIS sebagai penggagas kelahiran lembaga tersebut. |
|
Last Updated on Thursday, 07 January 2010 05:42 |
|
The HARMONY of MULTIFAITH COMMUNITY and GOVERNMENT ; |
|
|
|
|
Written by Hanafi
|
|
Friday, 09 October 2009 04:57 |
|
KERUKUNAN UMAT BERAGAMA Studi Peran FKUB di Riau Oleh Khotimah
Abstrak : Tulisan ini meneliti peran FKUB dalam menciptakan kerukunan agama dalam masyarakat. Diawali dengan pemaparan tentang pentingnya study agama untuk menciptakan suasana kondusif yang toleran, penelitian ini difokuskan pada deskripsi institusi yang dilanjutkan dengan eveluasi kinerja FKUB dalam menciptakan kerukunan beragama di Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru. Temuan yang didapatkan adalah, walaupun usia FKUB masih terbilang dua tahun, peran atau kinerjanyanya cukup signifikan. |
|
The ROLE of the STATE in HISBAH |
|
|
|
|
Written by Hanafi
|
|
Friday, 09 October 2009 04:54 |
|
PERAN NEGARA DALAM HISBAH Oleh : Ahmad Mujahidin Abstrak: Artikel ini membahas tentang Hisbah dengan pendekatan normatif-historis. Tulisan ini bertumpu pada histroritas kenabian yang mengunakan lembaga hisbah sebagai alat negara yang efektif untuk menyebarkan kebajikan dan mencegah kemunkaran. Sebagai pelaksana hisbah, muhtasib memiliki berbagai otoritas, salah satunya ia memililki otoriotas untuk menciptakan kompetisi yang sehat dalam aktivitas perdagangan di Pasar. Bagi penulis, kejayaan Islam masa lalu, tidak lepas dari fakta keberadaan lembaga Hisbah. Walaupun untuk saat ini, di sejumlah negara-negara bependuduk Muslim, otoritas Hisbah sudah diambil alih oleh departemen-depatemen pemerintah. Pada akhirnya, sudah semestinya, umat Islam di Indonesia perlu mempertimbangkan kembali tentang pendirian lembaga Hisbah ini. |
|
ISLAMIC PHYSIOTHERAPY : A Model of Islamic Physiotherapy at Islamic Boarding School Suryalaya Tasik Malaya |
|
|
|
|
Written by Hanafi
|
|
Friday, 09 October 2009 04:52 |
|
PSIKOTERAPI ISLAMI: Sebuah Contoh Model Psikoterapi Islami pada Pondok Pesantren Suryalaya Tasik Malaya Oleh Khairunnas Rajab Abstract; Psikoterapi Islami lebih menitikberatkan pada konseptual dan metodologi yang diambil dari al-Qur’an dan hadits Nabi saw. Al-Qur’an maupun hadits adalah wahyu yang mengandung pengetahuan-pengetahuan psikologis yang dapat digunakan sebagai metodologi psikoterapi Islami. Kenyataannya al-Qur’an maupun al-Hadits telah memberikan sinyalemen tentang sains, seperti yang terdapat dalam beberapa surat dan ayat al-Qur’an tentang akal, nafs, roh, dan hati. Hadits sebagaimana al-Qur’an juga menerangkan tentang motivasi, emosi, nafs, akal, fitrah, dan lain sebagainya. Al-Qur’an dan hadits memiliki sejumlah metodologi yang dapat diimplementasikan ke dalam kehidupan umat Islam. Metodologi yang terdapat di dalam kedua sumber mutlak Islam itu, dapat diupayakan sebagai metodologi Psikoterapi Islami. |
|
NATIONAL MADHAB : The Role of Hasbi Ash-Shiddieqy and Hazairin |
|
|
|
|
Written by Hanafi
|
|
Friday, 09 October 2009 04:49 |
|
MAZHAB NASIONAL Peran Hasbi Ash-Shiddieqy dan Hazairin dalam Pembaharuan Pemikiran Hukum Islam di Indonesia oleh Nurfaizal Abstrak : Dalam tulisan ini dijelaskan tentang peran Hasbi Ash-shidieqy dan Hazarin dalam memformulasikan gagasan fikih yang indigeneus atau otentik diambil dari saripati kultural bangsa Indonesia. Peran Hazairin, yang notabene, ahli hukum adat sangat penting ketika dia mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak secara langsung mengambil fikih klasik tanpa mempertimbangkan kondisi kultural masyarakat Indonesia. Bagi, Hazairin, empat Madzhab baku yang telah eksis selama berabad-abad itu kurang ramah terhadap budaya asli Indonesia. Hazairin, dalam hal ini, mengajukan konsep fikih baru –yang dipopulerkan oleh Feener sebagai Madhab Nasional. Dengan nama yang agak berbeda, Hasbi menawarkan Fikih Indonesia yang mengindahkan karakteristik sosio-kultural masyarakat Indonesia. |
|
Read more...
|
|
PASSOMPE’S TRADITION: Tracing Back the Maritime Culture of South Sulawesi’s People in Southeast Asia |
|
|
|
|
Written by Hanafi
|
|
Friday, 09 October 2009 04:46 |
|
TRADISI PASSOMPE: Menelusuri Kembali Budaya Laut Masyarakat Sulawesi Selatan di Asia Tenggara Sebelum Abad ke-16 By Ridhwan Abstrak: Artikel ini mengkaji tentang penulusuran jejak budaya maritim masyarakat Sulawesi Selatan di Asia Tenggara, bahkan mungkin lebih jauh dari itu, sebelum abad ke-16. Pemilihan kurun waktu sebelum abad ke-16 didasarkan pada alasan bahwa tulisan-tulisan yang ada mengenai tema ini umumnya menyebutkan keterlibatan pelaut pedagang asal Sulawesi Selatan dalam lalu lintas perdagangan di Asia Tenggara, bahkan Asia berlangsung pada paroh pertama abad ke-16 masehi atau paling cepat paroh akhir abad ke-15. Tulisan-tulisan tersebut selalu mengacu pada catatan perjalanan seorang pelaut Portugis, Tom Pires pada tahun 1512, yang menemukan bahwa para pedagang yang disebutnya berasal dari pulau Macassar telah melakukan kontak-kontak perdagangan dengan beberapa wilayah di Asia Tenggara. Namun demikian, berdasarkan pengkajian penulis dari berbagai sumber yang tersedia baik sumber-sumber luar maupun sumber-sumber lokal disimpulkan bahwa keterlibatan mereka dapat ditelusuri sejak abad-abad pertama masehi. |
|
SYAIR BURUNG : A Philological Study |
|
|
|
|
Written by Hanafi
|
|
Friday, 09 October 2009 04:38 |
|
SYAIR BURUNG : Sebuah Pendekatan Philologi Oleh Ellya Roza Abstrak : Syair Burung (SB) adalah sebuah karya sastra yang tergolong naskah puisi Melayu kuno yang dapat dikategoikan sebagai puisi simbolis atau pendidikan metaphorik, yang mengandung ajaran-ajaran Islam khususnya masalah prilaku sehari-hari yang dikenal dengan fiqih. Penelitian Syair Burung ini, menggunakan pendekatan philologis dengan mmbandingkan lima buah manuskrip yang diperoleh di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan dari manuskrip yang diperoleh dilapangan yakni dari tangan Ibu Salamah di Pekanbaru (Riau) dan dari Bapak Anis dari Pesisir Selatan (Sumatera Barat). Selanjutnya akan ditetapkan manuskrip yang paling authoritative dari sudut pandang philologi. Manuskrip A (nomor W268) akhirnya dipilih sebagai manuskrip SB yan authoritative dengan beberapa alasan yakni kelengkapan teksnya, tingkat kekunoan bahasa yang digunakan dalam manuskrip, jumlah stanza yang dipergunakan dalam syair dan kondisi lembaran itu sendiri. |
|
The CONFLICT of ULAYAT or CUSTOMARY LAND in LIMO KOTO KAMPAR-RIAU An Analysis from Sociologi |
|
|
|
|
Written by Hanafi
|
|
Friday, 09 October 2009 04:35 |
|
KONFLIK TANAH ULAYAT DI DAERAH LIMO KOTO KAMPAR-RIAU Suatu Tinjauan Dari Persfektif Sosiologis Dan Hukum Adat Oleh Hertina
Abstrak; Tanah ulayat iaitu tanah yang dimiliki oleh suatu masyarakat yang hidup di bawah hukum adat merujuk kepada tanah beserta hutan dan segala kekayaan yang terkandung di dalam wilayah yang tertakluk kepada hukum adat. Masyarakat yang bernaung di bawah hukum adat adalah komuniti yang terikat oleh hukum adat yang diamalkan secara turun temurun kerana kesamaan tempat tinggal ataupun atas dasar keturunan yang sama. Hak ulayat adalah kekuasaan yang menurut hukum adat dipunyai oleh masyarakat yang bernaung di bawah hukum adat (masyarakat hukum adat) tertentu atas wilayah tertentu yang merupakan kawasan warganya untuk mengambil manfaat dari sumber alam semula jadi dalam kawasan wilayah tanah ulayat untuk keperluan sehari-hari. |
|
Last Updated on Friday, 09 October 2009 04:41 |
|
Read more...
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>
|
|
Page 1 of 6 |
|